Kumpulan Pembelajaran Teknik Sipil

Berbuatlah yang bermanfaat untuk orang lain

BAHAN-BAHAN PENUTUP BIDANG ATAP

Posted by handoko10 pada 3 September 2008

Dalam kehidupan sehari-hari sering kita dengar bahwa mahkotanya suatu bangunan terletak pada keserasian atapnya. salah satu faktor yang turut mempengaruhi keserasian itu adalah jenis bahan penutupnya. Penutup atap ini dimaksudkan untu melindungi bagian dalam terhadap pengarauh hawa, yaitu berupa hujan, panas, angn, debu atau pengaruh-pengaruh lainnya yang dapat mengganggu kenyamanan penghuninya. Jenis bahan penutup yang dapat digunakan, maka dipandang perlu untuk membuat kriteria dasar pemilihannya.

Adapun kriteria dasar untuk dapat memilih bahan penuutp atap adalah sebagai berikut :

  1. Tinjauan terhadap iklik setempat, artinya: apakah di tempat didirikannya bangunan itu mempunyai iklim panah atau iklim dingin?
  2. Bentuk keserasian atap yang dikehendaki
  3. Tinjauan daripada didirikannya bangunan tersebut.
  4. Mudahnya bahan itu didapat atau ditangkan di tempat di mana bangunan iti didirikan.
  5. Jumlah dana / Uang yang tersedia.

Dengan memperhatikan pertimbangan-pertimbangan di atas barulah kiranya kita dapat menentukan atau memilih salah satu jenis bahan penutup bidang atap yang akan dipergunakan.

1. Syarat-Syarat Umum Bahan Penutup Atap

Adapun syarat umum bahan penutup atap adalah :

  • Bahan harus dapat bersifat isolasi terhadap panas, dingin dan bunyi
  • Harus rapat terhadap air hujan / tidak tembus air.
  • Tidak mengalami perubahan bentuk karena adanya pergantian / perubahan cuaca
  • Tidak terlalu banyak memerlukan perawatan.
  • Tidak mudah terbakar
  • Bobotnya cukup ringan dan mempunyai kedudukan yang mantap setelah di pasang
  • Tahan lama ? awet

Disamping persyaratan di atas, bahan penutup atap mempunyai hubugan yang erat dengan sudut lerengnya. Makin rapat dan padat bahan penutup atap, sudut lerengnya dapat dibuat lebih landai seperti bahan dari beton atau asbes.

Kemiringan dari suatu bentuk atap dibuat dengan maksud :

  1. Agar air hujan yang jatuh pada permukaan bidang atap dengan cepat dapat mengalir meninggalkan bidang atap tersebut, sehingga kemungkinan rembes sangatlah kecil.
  2. Menambah keindahan pandangan dari suatu bangunan.
  3. Didapat ruangan atas yang sekaligus dapat berfungsi sebagai isolasi terhadap iklim. Dan bila dalam keadaaan memaksa dapat dipakai untuk gudang penyimpanan barang-barang kecil dan ringan.

Hubungan antara jenis bahan penutup dengan Besar-kecilnya sudut lereng (kemiringan) atap.

No.                      Bahan Penutup Atap                                                Sudut Kemiringan atap

1.                        Beton                                                                                        1 – 2
2.                        Kaca                                                                                       10 – 20
3.                        Semen Asbes                                                                          15 – 25
4.                        Seng                                                                                       20 – 25
5.                       Genteng                                                                                 30 – 40
6.                        Sirap                                                                                      25 – 40
7.                        Seng, Ijuk                                                                               >= 40

Catatan: semua ukuran sudut dalam satuan derajat

Adapun caran pemeriksaaan genteng yang baik, dilapanga sebagai berikut :

1. Tinjauan terhadap Pandangan luar :

  • Bila tiap-tiap bagian permukaan genteng itu dipukul, maka akan terdengar suara yang nyaring
  • Tidak terlihat adanya retak-retak diseluruh permukaannya.
  • Permukaan genteng itu rata dan tidak ada lekuk-lekuk
  • Setelah dipasang akan terlihat di atas atap rapih dan berukuran sama.

2. Tinjauan Terhadap Berat rata-rata.

Untuk mengetahui berat rata-rata genteng dapat dilakukan dengan jalan penimbangan, ambil contoh sampel 6 buah genteng dari tumpukan tiap-tiap jenis yang diperkirakan dapat mewakili keseluruhan. Kemudian gentang ini ditimbang dan hasil beratnya masing-masing dijumlahkan dan dibagi rata-rata, maka hasil pembagian ini merupakan berat rata-rata

3. Tinjauan terhadap rembesan

Sediakan sebuah genteng yang akan diperiksa dan sebuah kotak terbuka (kaleng) yang pada bagian sisi atas dan bawahnya terbuka serta semua sisi sampingnya tidak dapat tembus oleh air. Kotak ini direkatkan pada bagian atas permukaan genteng, selanjutnya dibagian luarnya diberi perekat lilin agar rapat air. Kotak ini diisi air kira-kira setinggi 6 cm. Setelah 3 jam lamanya dalam kotak, lalu bagian bawah genteng diperiksa apakah terjadi rembesan atau tetesan air. Catat dari 6 buah atau lebih genteng, berapakah yang tembbus air. Genteng yang baik tidak akan tembus air.
4. Tinjauan terhadap penampang patahan:

Genteng yang akan diperiksa dipatahkan pada arah panjang dan melintang. untuk genteng yang baik akan terlihat seperti berikut :

  • Warna pada tiap-tiap patahan merata (merah sedikit kekuning-kuningan)
  • Tebalnya pada bagian-bagian patahan itu sama
  • Susunannya terlihat rapat dan padat
  • Campurannya yang berasal dari tanah liat itu halus.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: