Kumpulan Pembelajaran Teknik Sipil

Berbuatlah yang bermanfaat untuk orang lain

Membuat Teras Mungil Jadi Unik

Posted by handoko10 pada 27 Agustus 2008

Jaman dahulu, teras menjadi tempat alternatif bagi keluarga untuk bersantai di sore hari sambil menghirup secangkir teh dan menikmati kue-kue. Terkadang, teras juga bisa menjadi perpanjangan ruang tamu ketika kerabat yang bertandang jumlahnya melebihi kapasitas ruang tersebut. Namun kini, rumah di komplek-komplek perumahan cenderung memberikan area teras yang sangat mungil. Fungsinya pun menjadi hanya sebatas entrance bagi rumah.

Ukuran yang mungil, kadang menjadikan pemilik rumah ogah mendandani teras. Untuk apa? Toh hanya entrance yang sekedar dilewati, tanpa berlama-lama dipandangi atau dinikmati. Padahal pemikiran seperti ini tak sepenuhnya benar. Sebagai entrance, penting juga bagi teras yang mungil ini untuk berdandan menyambut mereka yang akan memasuki rumah. Selain itu, desain yang apik akan menambah menarik penampilan fasad rumah.

Tak Perlu Banyak Pernik

Dahulu, orang biasa meletakkan seperangkat kursi plus meja di teras. Namun dengan ukuran teras yang umum digunakan di komplek-komplek perumahan saat ini, hal tersebut rasanya sulit untuk diterapkan.

Ukuran teras yang mungil sebaiknya disiasati dengan menaruh sesedikit mungkin perabot atau pernak-pernik di area ini. Terlebih lagi, sebagai entrance, teras sebaiknya tak terlalu disesaki oleh barang yang akan menyulitkan orang yang hendak memasuki rumah. Letakkan barang yang memang diperlukan benar di bagian ini, seperti keset atau rak sepatu. Sesuaikan ukurannya dengan besar teras, agar terlihat serasi.

Batu Koral Memberi Tekstur

Agar tak monoton, terapkan permainan tekstur. Paduan tekstur yang berbeda akan memperkaya penampilan teras. Pada teras ini, permainan tekstur didapat dengan memadukan ubin keramik yang licin dengan batu koral yang kasar. Batu koral dipilih yang diameternya cukup besar agar seimbang dengan lebar ubin.

Perpaduan ini, selain memberikan tatanan tekstur yang berbeda, juga memberikan tatanan warna yang berbeda pula. Namun demikian, perbedaannya tak terlalu besar karena masih ada dalam satu gradasi warna, yakni abu-abu. Abu-abunya cat dinding, berpadu serasi dengan warna keramik dan batu koral.

Stepping Stone Unik

Sebagai peralihan dari carport menuju ke teras, digunakan stepping stone (batu pijakan). Bentuk stepping stone yang sederhana—persegi tanpa banyak ornamen—selaras dengan desain teras yang minimalis.

Stepping stone ini juga cukup mudah pembuatannya. Bahan-bahannya hanyalah pasangan bata dan campuran semen-pasir. Alur-alur pada permukaan stepping stone dibuat dengan menggunakan bantuan sapu lidi, saat lapisan semen masih basah.

Tanaman Air Memperlembut Penampilan

Agar penampilan teras tak melulu didominasi oleh kakunya batu, keramik, dan semen, perlu ditambahkan unsur tanaman. Di sini dipilih tanaman air jenis Juncus Sp. Penampilannya yang sederhana, selaras dengan desain teras yang cenderung minimalis.

Agar penampilan teras tak menjadi “berantakan” oleh ember atau pot yang berjajar, galilah lubang dengan kedalaman yang cukup dan benamkan ember atau pot tempat tumbuhnya si Juncus. Tata batu koral di sekeliling bibir ember atau pot untuk menyembunyikannya.

Nah, siapa bilang ukuran yang mungil membuat teras tak bisa tampil apik? Teras yang satu ini adalah buktinya. Bahan-bahan yang digunakan terbilang biasa dan tak mahal, namun hasilnya mampu memikat mata. (cia)
SUmber : tabloidrumah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: